9 Juni 2011

4 Juni 2011

why are you dont know what the reasons ?

Sebelum aku merasakan perasaan yang menjijikkan ini, aku bagaikan kunang-kunang yang bebas berjalan di kegelapan. Seperti tidak ada kabut penghalang yang menghalangi langkahku untuk terbang di dalamnya. Tanpa ingin kuterangi pun, kegelapan itu tak pernah memintaku untuk selalu meneranginya. Kegelapan itu tak pernah menghiraukan kehadiranku. Sesaat aku hadir maupun setelah aku pergi, kegelapan tidak pernah bahkan tidak ingin memalingkan sedikitpun perhatiannya ke arahku.
Namun, ketika aku merasakan perasaan yang menjijikkan ini, mengapa Tuhan mentakdirkan aku untuk selalu menerangi kegelapan itu ? Apa tiada hal lain yang bisa aku lakukan selain kewajiban mutlak yang harus aku lakukan ini? Seandainya, kegelapan itu tahu mengapa aku selalu meneranginya, aku takkan segan bermalam panjang sampai kegelapan itu lenyap tergantikan siang. Bahkan aku rela mati menunggu kegelapan ditengah teriknya elegi sang pagi. Tapi kenyataanlah yang menyadarkanku. Kegelapan itu tak mengerti alasan mengapa aku meneranginya.
Kegelapan malam itu seolah hanya mengetahui alasan mengapa lampu jalan meneranginya. Hanya itu. Padahal, tak setiap waktu lampu lampu jalan itu meneranginya. Lampu-lampu itu menerangi kegelapan hanya jika listrik desa sepanjang jalan tak putus diterjang hujan. Tapi aku? Akulah kunang-kunang bodoh yang selalu menerangi kegelapan tanpa menghiraukan seberapa peduli kegelapan itu dengan keberadaanku.
Aku memohon kepada Tuhan agar aku bisa meninggalkan kegelapan yang tak pernah pedulikanku. Maka dari itu, Tuhan Yang Maha Pemurah memberi pilihan kepadaku. Jika aku ingin meninggalkan kegelapan yang seharusnya aku terangi, aku harus mati. Namun, aku akan tetap hidup jika aku masih tetap menerangi kegelapan dan menahan perasaan sakit tanpa hirauan kegelapan yang aku terangi.
Jika Tuhan megizinkan aku akan memilih mati dan meninggalkan seberkas cahaya yang tersisa untuk kegelapan yang dulu benderang karena cahaya yang kuberikan. Mungkin setelah aku mati kelak, perlahan kegelapan itu akan menyadari alasan selama ini aku meneranginya dengan ketulusan.



1 Juni 2011

how about you ?

Ketika aku tidak bisa merasakan sesuatu yang seharusnya bisa aku rasakan, aku tidak pernah berpikir untuk melupakanmu. ketika kurasakan sesuatu yang seharusnya tidak aku rasakan, aku tidak pernah inginkan untuk sejenak berhenti mencintaimu. namun, apakah ketika semua yang aku rasakan tadi juga kau rasakan persis dalam hatimu? Atau kau hanya pura pura merasakan hal itu ketika kau berada tepat didepan pandanganku?
Mungkin kau tak mengerti tentang apa yang saat ini kutuliskan. Yang saat ini kurasakan bahkan yang ingin kuberitahukan. Pikiranku sangat abstrak untuk kau mengerti. Begitu juga dengan aku yang sulit mengartikan betapa rumitnya pikiranmu, bukan?
Hal inilah yang kini aku pertanyakan pada blogger yang berfungsi sebagai buku harian kapanpun aku mau. Sebenarnya, apa saja yang sedang kamu pikirkan tentang aku ? Apa aku cukup menjadi seorang perempuan yang terlihat bodoh karena mencintaimu ? Apa aku cukup idiot menjadi seorang teman yang menikam seolah ingin memilikimu ?
Ah, sepertinya aku terlalu berlebihan menceritakan sesuatu tentang dirimu. Dan aku tahu kau pun tidak berlebihan seperti ini saat membicakan soal aku.
Haha, begitu bodohnya aku merasakan perasaan konyol seperti ini.

14 Mei 2011

6 Mei 2011

someone that i love

tak ada yang memaksaku merasakan hal semacam ini. tak ada yang menyuruhku untuk membuat perasaan ini nyata sedemikian. dan tak ada yang mencoba merubah perasaan ini. termasuk aku.
aku hanya melakukan apa apa yang baik dari hatiku. tak pernah sesekalipun aku mencoba mengelak apapun yang diperintahkan olehnya. dan tak penah sedetikpun aku menghindar dari perasaan hati yang membawaku menuju kenyataan.
aku tahu perasaan ini takkan mati. dan aku juga berharap kelak perasaan ini abadi. namun, kenyataanlah yang membuat hal ini terjadi. aku tak dapat berlari menuju dunia khayal yang mati. namun aku dapat lukiskan perasaan ini dalam alunan lagu yang kusukai.
perlahan kulangkahkan kaki. berjalan diatas mimpi yang tak mungkin kuraih. tahukah kau kini ku tertatih ? menjamah jiwa yang tak terbalaskan oleh hati yang pedih.
mycp : kenapa waktu dulu aku suka sama kamu, kamu malah nyuruh aku buat jauh dari kamu. sekarang aku udah menjauh dari kamu, eh kamu malah punya perasaan kayak gini, mar !
msap : iya, aku memang bodoh.
mycp : perasaan itu nggak pernah salah mar !
msap : memang. bukan perasaanku yang salah. tapi aku yang benar benar bodoh !
mycp : terus, apa yang kamu harapkan dari aku ?
msap : kayaknya nggak ada.
mycp : leh ? maksudmu ? nggak ada yang kamu harapkan, terus buat apa kamu punya perasaan kayak gini mar ?
msap : aku nggak ngerti maksud dari hal bodoh yang aku rasain ini.
mycp : coba kamu resapi lagi. terus cari maksud dari perasaanmu itu.
msap : oke. aku nggak ngerti dan gak akan pernah ngerti sama hal ini. kalo kamu nanya mau ku apa, sumpah aku nggak ngarep apa apa. apa kalo aku sekedar ingin merasakan perasaan yang selama ini belum pernah aku rasain itu salah ?
apa cinta itu harus dibalas oleh cinta juga ? menurutku enggak. dan meskipun aku masih punya perasaan ini, aku nggak punya hak buat maksain kamu memiliki perasaan yang sama buat aku !
mycp : (hanya bisa tersenyum)
msap : (tolah toleh koyok arek dobol)

25 Maret 2011

what if ? (imagine the abstract thing)

Ya Allah apa aku dosa? 


jika selama nadiku berdenyut, hanya namanya yang selalu kusebut, bukan namaMu ?
jika selama hidupku, aku selalu dimaksiatkan oleh cintanya, bukan cintaMu ?
jika selama hayatku, aku selalu dibutakan pesonanya, bukan pesonaMu ?
jika pertama mataku terbuka, aku selalu mengingatnya, bukan mengingatMu ?
jika aku beranggapan, bahwa dia adalah Nafasku, bukan Kau ?


Astaghfirullah..


Setelah aku tunaikan sholat isya malam ini, mengapa aku jadi berfikir seperti ini, ya Allah? Apa Kau cemburu, jika makhluk Mu yang paling hina ini memikirkan makhluk lain selain Engkau ?
Aku sadar ya Allah, aku makhluk yang bodoh. nista. hina. dan tak berharga di hadapanMu.
Tapi mengapa Kau berikan aku sebuah kodrat sebagai wanita normal yang sedang jatuh cinta ?
Jika kau lebih menginginkan aku mencintai Engkau, ku mohon! jangan kau anugrahi aku perasaan semacam ini. Kenistaan seburuk ini. Terus terang aku tak sanggup menerima anugerah ini, jika membuatku menjauhiMu, ya Allah.


Astaghfirullah hal'adziiim

Sekarang aku mencoba berfikir dari hal hal bodoh yang selama ini aku lakukan untuknya :
andai : Bagaiman jika aku membawamu untuk hadir dalam mimpi indahku , Apa kamu akan tinggal sejenak di pikiranku hingga dunia nyataku datang ?
fakta : hanya lewat mimpi. tak akan mungkin sesuatu yang ada di dunia khayal bisa begitu saja masuk dalam dunia nyata.


andai : Bagaimana jika aku menyerahkan seluruh kepingan hatiku yang tersisa untuk menambal hatimu yang luka, apa kita tak akan mungkin terpisahkan? 
fakta : Sampai kapanpun kepingan hatiku yang sudah lama rusak itu, tak akan mungkin membenahi kepingan hatimu yang rusak pula. 


andai : Bagaimana jika aku tersenyum padamu dengan segenap perasaan nista yang kupancarkan untuk mengisyaratkan sebuah kenikmatan, apa kamu akan diam sejenak untuk merasakan kenikmatan itu ?
fakta : Bukan kenikmatan yang kau rasakan. Melainkan keanehan dari satu wajah yang sangat bodoh dan menjijikkan.


andai : Bagaimana jika aku menciptakan alunan simfoni merdu tentangmu, apa kita akan menyanyikan alunan simfoni itu bersama ?
fakta : Kau selalu menganggap alunan simfoni mellankolis tentang cinta itu adalah sesuatu yang menjijikkan. Cengeng. Menurutmu jika kita menyanyikannya, kita akan terlihat seperti orang tak bergairah.


andai : Bagaimana jika aku akan pergi meninggalkanmu, apa kau akan setia menungguku kembali ?
fakta : Bagimu menunggu adalah hal yang membosankan. Tak ada guna nya menunggu seseorang yang tak berarti apa apa seperti aku.


Satu lagi pertanyaan mendasar yang masih kucari jawabannya hingga kini,

Mengapa baru sekarang aku menyadari hal ini ?

20 Maret 2011

past lover (again)

GREAT ! AWESOME !
kamu hebat mas M.A.R. Sebenernya apasih kelebihan yang ada di dalam diri kamu mas? Dulu aku bisa pernah ngerasain jatuh cinta, jadian, putus, jomblo, dan sekarang jatuh cinta lagi sama kamu! WHAT THE HELL !
Aku udah janji sama diriku sendiri kalau aku nggak akan merubah rencanaku untuk melupakanmu. Sudah berlalu yasudah. Sudah putus ya sudah. Ibarat ludah yang sudah aku buang, nggak akan mungkin aku jilati lagi.
Oke, sumpah aku nggak habis pikir, siapa yang sebenarnya aku cintai sih? MYCPY apa KAMU ?
Di mataku MYCPY itu adalah orang yang aku cintai. Ya itu memang fakta yang tak bisa kupungkiri lagi. Tapi aku tak bisa memastikan dia suka aku apa nggak.
BEDA sama kamu, MAS! Terus terang dulu aku pernah jatuh cinta sama kamu! Mengagumi kamu! karena ketulusan kamu. Bisa aku pastikan juga, kalo kamu juga suka sama aku.
Tapi yang aku benci dari kamu mas, cintamu itu mbok umbar cek gampang.e nang wong liyo ! 
Bodohnya aku kalau aku jadi cewek gampangan yang abis mutusin kamu terus jatuh cinta sama kamu lagi !
Tolong mas, jangan memperlihatkan perbuatan mu yang bikin aku semakin mengagumi kamu !
Aku ini cewek normal, aku juga suka kalau ada laki laki yang perhatian, sayang, terus tulus mandang aku apa adanya. Kalau kamu perlakukan aku seperti terus, aku takut menjilat ludah yang sudah kubuang dari mulutku sendiri mas! 
Bagaimana aku nggak takut kalau kamu selalu bilang kata kata semacam ini !



aku benci udah punya perasaan kayak gini ke kamu mas. Benci banget mas !
Aku benci dapet message dari kamu terus
Aku benci ngerasain perasaan kayak gini lagi, lagi, dan lagi.
Aku bosen sama kata kata yang nunjukin kalo kamu itu tulus


18 Maret 2011

the difference

Barusan aku dikagetkan oleh beberapa pesan singkat yang isinya tentang perasaan yang sekarang dirasakan oleh temen baikku. sebut saja bences. haha. udah lama banget se aku kenal temanku yang paling konyol satu ini. Lumayanlah, 5 tahun bukan waktu yang singkat. Dalam waktu yang tidak singkat itu aku bisa menilai bagaimana karakternya. Bagaimana cara dia memandang dan  merasakan sesuatu yang ada dihadapannya. 
Bisa dikatakan dia HOMORIS, eh salah HUMORIS :D aku bisa mengatakan demikian karena dia tidak pernah absen membalas pesan telepon genggamku yang mungkin "nggak penting" dengan kata kata leluconnya yang tidak penting pula. haha. jujur, aku lebih senang mengobrol dan berbagi cerita dengan nya.
Sayang, dia adalah laki-laki yang aneh. Dia nggak peduli Tuhan, yang ada di pikirannya hanya berbuat baik itu sudah cukup. Dia nggak peduli pahala ataupun dosa, yang dia pikirkan hanyalah suatu kesenangan baginya ataupun orang lain yang disenangkannya. Pokoknya "ikhlas", tak mengaharap apapun. Baginya, pahala itu nggak ada. Sesuatu yang nggak kelihatan itu dianggapnya sesuatu yang mustahil. 
Baru kali ini aku menemukan suatu paham aneh yang diciptakan dari sahabat baik ku ini. Dan terus terang, aku sangat tertarik dengan cerita cerita aneh yang sering dibaginya untukku. Entah, hasrat ingin bunuh diri, hasrat atheis, hasrat ingin mati, dan semua hasrat hasrat aneh lainnya.
Tapi bukan itu yang ingin kuceritakan malam ini. Kali ini bences mengirimkan pesan singkat yang menyedihkan tapi masih dalam level konyol. Sebelum mengirim pesan singkat ini, beberapa bulan yang lalu ia sempat bercerita tentang kekasihnya. Ya, seorang kekasih. Cukup tabu bagi seorang bences yang konyol dan tak punya hati. Tapi inilah kenyataan yang harus kutelan. Dan aku bersyukur, semenjak dia mempunyai kekasih, kelakuannya yang konyol itu sedikit lenyap oleh cinta. 
Permasalahannya seiring cinta itu tumbuh, tiba tiba ada hama yang merusak tumbuhnya cinta mereka. Hama itu adalah keyakinan. Agama. Bences orang katolik, sementara pacarnya adalah muslimah. 
Ibu dari pihak wanita menyarankan agar mereka memutuskan hubungan mereka sebelum cinta itu tumbuh sekian lama, tapi dirusak habis oleh hama. 
Berdasarkan cerita yang bences dilontarkannya kepadaku, dia hancur. Sudah terlanjur cinta itu tumbuh bahkan hampir berbunga. Namun seketika dirusak begitu saja oleh hama, yaitu keyakinan kedua belah pihak. "Semua agama itu sama, mar ! Nggak ada bedanya!" . begitu argumennya. 
"Semua agama itu punya persamaan dan perbedaan. Persamaan menerapkan syariat kebajikan, dan perbedaan cara beribadah dan keyakinan."
"Pokoknya kalo aku nggak bisa bertahan, aku nggak bakal pacaran sampai mati! Hatiku sudah terlanjur habis oleh cinta terakhir ini"
Sontak aku kaget dengan sumpah dan serapah itu. Bagaimana manusia bisa hidup tanpa pendamping sampai ia mati? Kali ini aku tidak sependapat denganmu kawan ! 
Secara biologis, seiring berjalannya waktu hati yang sudah hancur dan habis itu pasti ada sisa sisa kepingan yang tersisa. kepingan yang tersisa itulah akan menjadi sel sel baru yang akan membelah diri, dan membentuk jaringan.
Setelah jaringan itu tebentuk sempurna, barulah organ itu akan terbentuk otomatis. Intinya ini adalah masalah waktu. Kita bisa menyisipkan kepingan kepingan hati dari orang lain agar kepingan kepingan itu membentuk satu kesatuan hati yang utuh. 
Sudahlah, aku nggak tega ces sahabat terbaikku (halah) terpuruk. Aku rindu dengan kekonyolan, keanehan, dan keistimewaan yang kamu punya. 
INTINYA, KAMU ITU SAHABAT YANG SANGAT LANGKA. DAN AKU BERUNTUNG BISA MENGENAL SAHABAT SELANGKA KAMU. HAHAHA

24 Februari 2011

Hanya Bayang Semu

Malam ini terasa berbeda dari malam malam sebelumnya ketika aku masih mencintaimu. Kegelapan telah mengisahkanku akan sebuah takdir yang membawaku lenyap dari persinggahanku. Aku termenung menatap ribuan bintang yang tertawa mengejekku. Sepertinya ia tahu, kalau aku sedang memikirkan sesuatu. Ya, suatu hal rumit yang takkan pernah bisa kujelaskan kepadanya. Terlalu sulit untuk dilihat, dan terlalu awam untuk didengar. Kupandangi senyum ejekan itu dengan mata kosongku. Membayangkan bagaimana aku merasakan suatu hal yang rumit dan sulit dijelaskan itu. Sungguh, betapa aku tak ingin membiarkan diriku larut dalam kesunyian. Namun, naluriku berkata bahwa aku harus larut, jika aku ingin tau perasaan yang aku rasakan ini.
Ku biarkan diriku larut, bahkan tenggelam. Tetapi, mengapa disaat aku menenggelamkan perasaan itu aku semakin tersiksa dengan adanya suatu tekanan, ya Allah? Apa ini yang mengurungkan niat ku untuk melupakan keingintahuanku mengenai perasaan itu? Mungkin perasaan itu hanyalah bayang semu yang singgah begitu cepat merasuk kalbuku. Atau hanyalah sepintas pengalaman yang mengajarkan kedewasaan bagiku. 
Waktu demi waktu aku mulai percaya. Perasaan itu takkan pernah membawa aku ke jalan takdirku. Karena aku yakin, perasaan ini hanya sepintas mengganggu gemerlapnya mimpiku.
Ku dengar lantunan lagu cinta yang mengisahkanku. Ku baca, dan ku pahami benar sampai aku mahir dengan detail penceritraannya. Ku pasangkan kisah dibalik lantunan merdu itu kedalam kisahku. Ku baca sekali lagi. Bahkan berkali-kali. Tapi mengapa hal ini sangat menyulitkan bahasa jiwaku? Aku tak bisa menerjemahkannya. 


Aku terlalu bodoh untuk dipermainkan oleh perasaan itu. Seharusnya aku tak usah larut bahkan tenggelam dalam perasaan yang menyulitkanku ini. Adakah keistimewaan dari kegelapan yang menyuruhku untuk berpikir? Adakah keindahan dari lantunan lagu yang membodohiku untuk membandingkan lagu itu dengan kisah yang ku alami?
Semua jawaban dari pertanyaan yang tersirat dalam hatiku malam ini tak dapat kuraba dengan jelas. Aku tak dapat menyentuh bayang semu yang selalu menghantui langkahku.
Ini semua karena aku terlalu bodoh untuk MENERJEMAHKAN ARTI PERASAAN ITU.