1 November 2013

Tuhan..........

Tuhan, mengapa Kau ciptakan manusia untuk menciptakan beberapa agama? Mengapa sejarah dunia terlalu panjang dan berbelit-belit menceritakan bagaimana suatu agama diciptakan? Mengapa seluruh manusia di muka bumi ini tidak menyembahMu dengan cara yang sama, Tuhan?

Tuhan, Kau tahu bahwa aku selalu menyebut namanya dalam setiap ayat-ayat Mu usai sembahyang ku. Apakah jika aku menyebut nama seorang kristiani dalam ayat-ayat Mu adalah sebuah dosa yang akan ku pertanggungjawabkan nantinya? Apakah jika seorang muslimah mencintai seorang kristiani merupakan suatu kesalahan? Jawablah semua pertanyaanku, Tuhan. Tentang semuanya. Karena Engkaulah sumber kebenaran.

Tuhan, apakah benar jika seharusnya aku mencintai seorang laki-laki yang juga mencintaiMu?
Jika benar, aku yakin aku sudah berada dalam keharusan itu. Setiap minggu, dia selalu menyempatkan waktunya untuk sejenak menyapaMu di gereja. Apa dia termasuk orang yang tidak mencintaiMu? Sama seperti aku. Setiap hari, aku selalu menyempatkan waktuku sejenak untuk bersujud memohon ampunan dari Mu. Apakah aku termasuk orang yang tidak mencintaiMu? Tuhan, aku rasa dia mencintaiMu dengan sepenuh hatinya. Hanya saja dia punya cara lain untuk mencintaiMu. Cara lain yang berbeda dengan apa yang Kau ajarkan kepadaku.

Tuhan, ingin rasanya aku menyerah dan menyandarkan lelahku dalam dekapanMu. Aku lelah mencintai seorang lelaki yang 'kata orang-orang' berbeda. Aku lelah meyakinkan semua orang, bahwa aku dan dia sama-sama mencintai Mu, Tuhan. Jika memang kenyataannya Kau menilai kami tidak mencintaiMu maka hukumlah kami. Namun setelah Kau jatuhkan hukuman itu, buatlah kami semakin mencintaiMu Tuhan.

Kalaupun nantinya Kau tak ijinkan kami bersatu, maka jodohkanlah kami dengan seseorang yang benar-benar mencintai Mu, Tuhan. Jangan Kau perintahkan air mata ini mengalir karena kesedihan. Jadikan air mata yang mengalir ini adalah air mata rasa syukur kami karena keindahan takdirmu. Perkenankan kami bahagia dalam keikhlasan.

Tuhan, jodohkanlah dia dengan wanita yang benar-benar mencintainya dan juga mencintaiMu. Jodohkanlah aku dengan laki-laki yang benar-benar mencintaiku dan juga mencintaiMu. MencintaiMu dengan cara yang sama.......

4 Agustus 2013

He's the right man, but...........

Aku percaya takdir Allah..
Yang menjanjikan bahwa ada saatnya seorang laki-laki menemukan sepotong tulang rusuknya yang hilang. Dan akan ada saatnya pula seorang perempuan yang tercipta dari tulang rusuk laki-laki akan menemukan pemilik tulang rusuk yang akan menjadikannya sempurna. 
Jelaslah aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Allah menjadikan semua terasa nyata, bagaimana Dia memutar balikkan perasaanku yang kini sedemikian rapuh, dan mungkin aku tak ingin tau alasan mengapa Allah menciptakan seorang laki-laki yang kini singgah dan akan segera pergi..
Aku percaya..
Setiap perempuan bisa menemukan dimana 'pemiliknya' berada. Yap, pemilik tulang rusuk yang menjadikannya utuh. Dan ketika kamu menawarkan bahumu, aku merasa telah temukan 'pemilikku'. Kamu tau? Aku seperti berada di tempat yang selama ini aku cari. Tempat dimana aku berasal. Dekat dengan dadamu. Dekat dengan tulang-tulang rusukmu. 
Jika memang kamu adalah laki-laki yang menjadi rumah dimana aku akan kembali, terima kasih karena kamu sudah rela kehilangan satu potong tulang rusukmu untuk menciptakan aku. Dan aku akan bahagia jika rumah itu adalah kamu.
Tapi...
Kamu adalah bentuk nyata dari ujian yang akan kuselesaikan. Bagaimana mungkin seorang perempuan yang telah menemukan rumahnya, berkata bahwa ini adalah sebuah ujian? Hm..
Aku ingin mencintai dia karena Mu, ya Allah. Dan aku juga ingin dia mencintaiku karena Engkau.
Ya Allah..
Jika aku dan dia memang tercipta untuk bersatu, aku yakin Engkau dan Tuhan-nya akan memberikan jalan.
Jika aku dan dia memang tercipta untuk bersatu, aku yakin tidak akan ada keluarga yang sedih ketika kami bahagia.
Jika aku dan dia memang tercipta untuk bersatu, aku yakin seberapa jauh aku menghindar aku akan kembali pada rumah yang Kau ciptakan untukku. Dia...

15 Februari 2013

The Day I Fall in Love


Just an ordinary day, started out the same old way. Then I looked into your eyes and knew. Today would be a first for me. The day I fall in love..

On the day I fall in love. Sky will be a perfect blue. And I'll give my heart forever more
To someone who is just like you. At the day I fall in love..

People all say love is wonderful. That the bells will ring, the birds will sing
The skies will open. I wonder where's that great big symphony. Roll over Beethoven, won't you play with me?

And I'll never promise to be true to anyone. Unless it's you, unless it's you. The day I fall in love.. (again)

11 Februari 2013

A phase of change.

Hai! 
Oke, kali ini aku nggak mau nge-posting sesuatu yang galau galau. Karena kalo dipikir pikir umur udah hampir seperlima abad tapi masih galau itu bisa mengurangi presentasi ke-cakep-an. Percaya nggak percaya sik. Sugesti nggak sugesti juga. Tapi gak tau kenapa aku sendiri mengalami kejadian terkutuk ini. Tapi tapi tapi, fine fine aja sih buat remaja ABG jaman sekarang yang notabene udah menjadi suatu kewajaran....... yang nggak lazim.
Nah loh bingung kan? Wajar tapi nggak lazim. Udah nggak usah diambil pusing. Heuheuaue.

Emang sih galau itu wajar. Galau itu salah satu cara kita mengkonversikan perasaan menjadi suatu bentuk ekspresi wajah ataupun dalam bentuk kata-kata yang melankolis. Ada pepatah yang diciptakan oleh salah satu anak abg yang sedang ingin mendadak gaul. Dia bilang kalo, "Nggak galau, nggak gaul". Dan bego nya lagi, salah satu anak kurang gaul kayak aku jadi gampang terpengaruh sama pepatah yang kurang bertanggung jawab macem itu. Saking pengen banget dibilang gaul, akhirnya aku mencoba untuk galau.

Sudah berbulan-bulan menggalau, tapi nggak ada satupun orang yang menyematkan gelar 'anak gaul' buat aku. Sejak saat itu, barulah aku mulai mikir. Usut demi usut, ternyata pepatah "nggak galau, nggak gaul" adalah pepatah yang tidak dapat dipertanggungjawabkan maknanya. Jadi, aku banting sentir dan berpindah haluan ke jalan kebenaran. Jalan dimana kegalauan dihapuskan karena tidak sesuai dengan pri-ke-perasaan. Hualaaah halah.

Setelah fase fase ter-absurdbsbcxvs dalam hidup ini terlewati, ternyata cobaan masih belum berakhir. (Backsound: Tobat - Opick)

Ada nih satu makhluk berumur 18 tahun 1 bulan. Sebut aja Re (nama sebenarnya). Seperti biasa, bukan anak gaul. Kalo dia gaul, kita nggak mungkin saling kenal. Karena anak gaul sama anak nggak gaul itu habitat nya udah beda. Huihihi bukan maksud apa-apa sih, hanya aja kita gak mau cerita kita disamain sama cerita nya ftv yang terkenal dramatis. Misalnya, suatu hari ada cowok gaul kece abis,  tiba-tiba deket aja gitu sama cewek cupu katrok berkacamata minus. So dramatic. Kwuk!

Jujur, aku lebih suka cerita hidupku sendiri daripada cerita drama ftv. Karena the writer of my life stories is God. But the writer of the ftv dramas is just a human. Jadi, bersyukur banget lah ada campur tangan Tuhan di setiap alur cerita kehidupanku yang nggak selalu maju dan nggak selalu mundur. So, thank God! You gave him to me, even though I know it may take just a little while.

6 Februari 2013

Kenyataan dari Sebuah Mimpi

Tiap Malem..
Aku mencoba memejamkan mataku. Tertidur tanpa lelap dan memimpikan kamu......

Orang dulu bilang, "Kalo kita memimpikan seseorang, seseorang yang di mimpi kita itu sedang merindukan kita". Entah orang dulu memang sudah pernah melakukan sebuah observasi untuk mengetahui ke-a-ku-rat-an pernyataan itu atau cuma mitos. 
Yang pasti, kenyataan itu lebih indah daripada sebuah mimpi. 
Kenyataan itu bisa dinikmati lebih lama. Sedangkan mimpi, hanya beberapa jam saja sebelum aku terjaga. 
Kenyataan itu pasti. Mimpi itu semu. 
Sebuah cerita dalam kenyataan bisa dimulai kapanpun, dan diakhiri kapanpun aku mau. Tapi cerita dalam mimpi, selalu memulai dan mengakhiri ceritanya kapan saja, meski aku tak menginginkannya terjadi ataupun berakhir. 

Tapi, keduanya memiliki kesamaan. Sama-sama ada yang manis dan pahit. Kenyataan itu nggak selalu pahit, tapi dibalik kepahitan itu ada hikmah yang akan berbuah manis.
Begitupun dengan mimpi. Mimpi yang manis juga nantinya akan pahit setelah terbangun, kan? 
Intinya, kehidupan itu punya dua sisi yang selalu berdampingan. Dan aku........ Aku hanya bisa menjalani dua sisi yang sudah digariskan Tuhan.

Ya!
Setiap orang selalu menginginkan mimpinya menjadi kenyataan. Tapi dalam ilmu fisika, ada istilah dilatasi waktu yang membatasi keduanya. Membutuhkan energi yang maha dahsyat untuk menjadikan mimpi-mimpi ku yang indah menjadi kenyataan.
Kenyataan yang sama indahnya dengan mimpi-mimpi itu.

Tapi apalah arti sebuah ke-maha-dahsyat-an energi, jika hanya aku yang berusaha mengeluarkan energi-energi yang hingga saat ini masih belum mampu menjadikan mimpi itu menjadi nyata?
Jika hanya aku yang mengeluarkan energi-energi itu sedangkan kamu tidak, maka apakah kamu tidak ingin menjadikan mempi-mimpi itu menjadi nyata seperti apa yang kuinginkan?

Apa yang harus aku lakukan? 
Apa kamu bisa menyarankan sesuatu agar keinginanku bisa ku raih, tanpa bantuanmu?

Ketahuilah, aku tak akan bisa mewujudkan semua keinginan itu tanpa kamu. 
Tapi mana mungkin perempuan yang tidak pernah melintas di pikiranmu ini, tiba-tiba meminta bantuanmu untuk mewujudkan semuanya..........?!????!!!

Apakah aku masih harus menunggu waktu yang selalu akan menjawab semuanya?
Apakah aku harus membuang jauh-jauh keinginan itu untuk diwujudkan?
Aku memprediksikan pertanyaan terakhirku akan kamu jawab dengan satu kata dua huruf, yaitu "Ya"....................

27 Januari 2013

Awal dari Sebuah Akhir

Sebelum 'kisah yang baru' ini dimulai, aku sudah hafal bagaimana membaca sebuah hati. Aku sudah tamat menikmati berbagai jenis hati yang tercipta untuk menyatukan potongan hatiku yang sudah tak utuh lagi. Namun, tak semua hati cocok untuk memperbaiki sebuah hati yang rapuh dan lama tak terjamah. Apalagi hati yang dulunya udah dirusak. Dan hati yang udah rusak belum tentu bisa dicangkokkan untuk hati yang udah rusak juga, kan?

Analogi barusan udah cukup menggambarkan aku sama kamu. Tapi itu dulu. Dulu, kamu datang dalam hidupku dengan membawa luka yang kamu punya. Saat itu, kamu sedang mencari seorang pengganti untuk mengobati luka yang seakan-akan membuatmu sekarat. Dan seakan-akan pula kamu mempercayakan aku untuk menggantikan orang terdahulu yang memberimu luka itu. Hmmm bodohnya lagi, aku mempercayai kata 'seakan-akan' yang telah aku buat sendiri. Itu hanya sebuah perumpamaan yang klise. Mungkin akan lebih dimengerti lagi jika aku mengatakan bahwa, "aku sudah salah mengartikan perhatianmu" 


Kamu tau nggak? Coba kamu luangkan waktu mu sebentaaaarrr aja. Coba kamu pikir, gimana hatiku yang sudah terlanjur mengharapkan hatimu untuk 'menyambungkan potongannya', tapi kenyataannya hanya cuma sebuah ilusi yang sampai sekarang belum bisa ku raih.............................

Penyataan barusan itu cuma ungkapan kata-kata ironi yang mungkin sulit kau pahami. Namun ketahuilah, mengartikan perhatian yang selama ini kamu kasih buat aku itu lebih sulit dari apapun. Sampai sampai aku salah kan mengartikan semuanya?

Maaf, karena selama ini aku sudah salah memahami. Maaf pula aku tidak menyempatkan waktuku menyampaikan semuanya ke kamu. Tapi kamu harus tau, semua ini telah berakhir.


Tuhan sudah menjanjikan bahwa, "Akan ada sebuah awal setelah sebuah akhir berlalu". Dan kamu tau? Janji Tuhan itu nyata.


Aku dan kamu  (kita) memang nggak punya ribuan kenangan.  Tapi aku bersyukur bisa mengenal orang yang salah seperti kamu. Dengan mengenal orang yang salah, aku bisa belajar bagaimana agar aku tidak jatuh pada lubang yang sama. Dengan mengenal kamu, aku memahami jika suatu hari nanti akan ada sebuah hati yang akan menyatukan hatiku yang telah hancur. Dan suatu hari nanti pula, akan ada sebuah hati yang akan menyatukan hatimu kembali...


Mungkin setelah ini tiada kata "kamu" lagi dalam catatanku. 

Setelah "kamu", aku akan mengawali kisah yang baru dengan kata "dia"...

7 Desember 2012

Mengapa bukan kamu?

Mungkin memang benar bahwa tak selamanya hitam itu gelap. Putih itu terang. Dan indah itu pelangi. Buktinya, aku tidak bisa melihat kebenaran dalam sisi yang terang. Juga tak mampu melihat keindahan pada garis-garis pelangi. Hanya satu kata yang ingin kutanyakan padamu.....
"Mengapa?"
"Mengapa bukan kamu yang menjadi putih dalam hitamku?"
"Mengapa bukan kamu yang menjadi pemanis dalam pahitku?"
"Mengapa bukan suara nyaringmu yang menjadikan sepiku terlelah?"
"Mengapa bukan hela nafasmu yang menjadikan paru-paru dalam dada ku sejuk?"
"Mengapa bukan kamu yang membuat segalanya menjadi benar dan begitu nyata?"

Sebegitu sulitkah kamu menjawab semua pertanyaan ku? Sampai kapan lagi kamu diam?

Karena aku terlalu lelah bertanya. Dan aku sudah terlalu jemu menanti jawaban yang sebenarnya bisa ku jawab sendiri.

"Karena semua terlihat hitam, jika putih itu bukan kamu"

"Karena semua terasa pahit, jika manis itu bukan senyummu"
"Karena semua terdengar samar, jika nyaring itu bukan suaramu"
"Karena semua menyesakkan, jika kesegaran itu tak kurasakan dari nafasmu"
"Karena semua yang kuraba itu salah, jika kebenaran itu bukan kamu"

21 Oktober 2012

A different between.............

Hai bloggeeeer~
Long time no write here!!! Rasanya sih pengen banget nulis blog tiap hari, biar dapet reward dari bupati Inggris lah minimal. Tapi apa daya, tugas dari kampus itu ibarat air terjun. Yap, gak pernah berhenti mengalir-_-
By the way, aku itu termasuk golongan manusia yang emang bener-bener nggak tau diri ya. Gimana enggak, blogger yang susah susah diciptain sama orang-orang bule di luar sana; muter-muter otak untuk ngubah tampilan blogger; cuma aku jadikan sebagai ajang "penyampahan". Jadi buat kalian yang agak-kurang-gaul, "penyampahan" itu adalah suatu kegiatan tidak bermanfaat dalam rangka membuang waktu disertai penyampaian isi hati di kala itu. Kalo kalian yang agak-kurang-gaul, apalagi agak-kurang-pinter memahami kata-kata seorang amatir kayak aku, saran ku sih jangan capek-capek muter otak kalian deh. Karena bentar lagi aku mau ngasih contoh real nya:

Jadi pada suatu hari ada seorang gadis yang cupu. Sebut saja Bunga (nama disamarkan). Tidak ada yang spesial dari gadis ini. Pesona, aura, inner beauty nya juga biasa saja. Namun, ditengah ketidak-sempurnaannya itu, gadis berumur 18 tahun itu memiliki sahabat laki-laki yang selalu ada saat bunga sedang senang maupun sedih. Sebut saja Sueb (nama dikeramatkan). Karena adanya Sueb, bunga tidak terlalu hampa tanpa adanya seorang kekasih. 
Namun, dalam rangka menghindari kata "munafik", Bunga juga tak ingin kalah dari teman-temannya yang sudah memiliki seorang gebetan (sebut: calon pacar). Sudah lama bunga menunggu dan mengidam-idamkan calon pacarnya itu, sebut saja Pi'i (nama dirahasiakan). Pi'i bukan merupakan lelaki yang tampan, pintar, maupun modis, namun Pi'i adalah lelaki idaman wanita (bahasa gaul: cokiber / cowok kita bersama). Entah apa yang membuat wanita tertarik dengan Pi'i. Namun menurut Bunga, Pi'i adalah sosok yang berwibawa dan jujur. 

Nah, pengenalan tokoh nya udah sekarang konflik ceritanya. Setelah 1 tahun Pi'i mendekati Bunga dan Bunga pun merespon maksud dan keinginan Pi'i, terjadilah suatu konflik. Konfliknya adalah Pi'i mengira Bunga dan Sueb menjalin hubungan yang lebih dari sahabat. Akhirnya, Pi'i menjauh pelan-pelan dari Bunga. Setelah kepergian Pi'i dari kehidupan Bunga, ia pun sangat sedih. Selesai..........................

Simple ya. Tapi ini yang aku alami huehaueahuae..
Cuma ngasih tau aja sih, dimana-dimana perasaan sayangnya ke temen sama sayangnya ke orang yang spesial itu udah jelas beda. Sudah ada klasifikasi nya sendiri-sendiri. Kalau ditanya seberapa besar kadarnya juga nggak bisa. Ibarat membedakan kecoak Madagaskar, sama serbet Mexico. Karena teman itu tak terhingga dan orang spesial itu selamanya. 


21 Mei 2012

Dimensi Ruang Hati

"Sebelumnya, maaf kalo postingan kali ini sedikit menye-menye. Kalau udah terlanjur buka blog ini terus langsung ilfil sama postinganku, langsung close tab aja deh daripada nyesel. Muehuehue."
Ehm ehm, tes tes tes................................


Kalaupun aku berkata bahwa, aku akan bahagia melihatmu bahagia itu adalah hal termunafik yang pernah ku ucapkan. Tentu ada sedikit serpihan kesedihan yang tergores dibalik senyumku. Bukan aku tak ingin melihatmu tersenyum bahagia, melainkan bukan aku yang membahagiakanmu. Semacam mencabut "namamu" yang telah ku pahat kuat-kuat dalam hati. Sakit. Nggak gampang. Dan melukai sebagian hati yang telah patah.
Keterpurukan adalah suatu kepastian. Namun aku berpikir bahwa dibalik keterpurukan itu terdapat dua dimensi yang membuat aku menjadi semakin kuat maupun rapuh. Kekuatan itu kudapatkan dari sahabat yang selalu menyertai kisahku. Merekalah yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang yang konsisten dalam memerankan diri sendiri dalam sandiwara kehidupan, merekalah juga yang menyadarkanku bahwa hidup itu indah, sehingga rugi jika ku sia-siakan. 


Tak dapat kupungkiri bahwa ada suatu keterpurukan di sisi berikutnya. Sisi yang ingin ku acuhkan, dan hindari. Satu sisi dimana Tuhan menyiapkan bumerang tajam untukku. Yang siap menerkam ku mentah-mentah. Dan tak ragu membunuhku perlahan. Dalam sekaratku, aku terus bermunajat. Memohon. Meminta. Dari situlah lahir sebuah semangat kemudian tegas membangkitkanku.
Untuk sementara aku akan membiarkan sajak-sajak yang kau lukiskan membekas dan melumuti pikiranku. Bukan apa-apa. Hanya saja, aku belum menemukan pena lain yang mau menyanyikan sajaknya halus dalam sanubari.


Namun, kalaupun aku berkata bahwa aku belum menemukan sajak-sajak lain, aku tidak hanya membohongi diri sendiri, melainkan orang lain pun telah ku bohongi. Telah kutemui pena yang menyentuh perlahan dalam relung. Melukiskan sajak-sajak yang jumlahnya tak sebanyak dan seindah sajak berlumut sebelumnya. Namun sajak yang diciptakannya ini dapat membuatku belajar melangkah dan menentukan arah. Mungkin sajak yang diciptakan dari pena inilah takdir yang memaksa jalanku terus mengikutinya.

7 Mei 2012

My 18th

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...

Lama yaaa nggak nge-blog lagi setelah lama berkecimpung dalam urusan USEK, UNAS, perpisahan, intensif SNMPTN dan hal-hal lain yang selalu bikin aku keliatan sok sibuk. At least, gara-gara kesibukan-kesibukan itulah yang buat aku jadi lupa hari, lupa waktu, sampek sampek lupa diri juga. Sebenernya anak-anak kelas kayak Aten, Embun, Romana, dan Gita udah wanti-wanti mau minta tagihan buat neraktir mereka pas tanggal "keramat" itu. Tapi nggak tau kenapa, karena 13 April itu H-3 UNAS, aku jadi lupa tanggal. 

Tiba-tiba aja paginya Si Uti nyamperin aku, nyium pipiku, sambil nyodorin uang jajan yang lebih banyak dari uang jajan sebelumnya. Biasanya cuma dikasih antara 5ribu-10ribu, hari itu aku dikasih lumayan laaah, 30ribu. Buat aku, dikasih uang 30ribu secara cuma-cuma tanpa embel-embel omelan itu adalah "sebuah barokah". Semacem kejatuhan duren.............. Duren tanpa duri tapi.........
Katanya sih buat jajanin anak sekelas. Ya, beliau bilang "Buat jajanin anak SEKELAS". Gak gendeng -____- 

Utiku semacem menghina deh kayaknya, dia udah nganggep aku udah nggak bisa itung-itungan lagi. Mana bisa di jaman "Mak Lampir Milenium" kayak sekarang uang 30ribu bisa jajanin anak sekelas yang jumlahnya 32 anak? Kalau yang ini semacem menegakkan benang basah men..............
Oke, sedikit nestapa sambil mikir-mikir mau diapain itu uang. Jiah, sok gaya mikir banget kayak 30ribu itu 30juta aje. Muehahaueheu.

Sampek Sekolah............ aku dicuekin gitu aja men. Nggak ada pelukan hangat, dan ucapan ulang taun dari temen-temen. Cuma plonga-plongo kayak Kecoak Madagaskar yang lagi kelaperan. Sedih........ Tapi ada 2 pikiran yang terlintas. Antara mereka bener-bener nggak tau kalo aku ultah karena mereka jarang banget buka facebook, dan aku dikerjain. Tapi waktu itu aku lebih memprediksi kalo mereka bener-bener nggak tau kalo aku ultah. Yaudahlah, beginilah nasib orang nggak femes di kelas...................

Udah jam 12 siang lebih 46 menit, tapi anak-anak dikelas lagi pada sibuk mikir strategi jitu buat UNAS besok senin nya. Lagi pada sibuk mikir planing liburan perpisahan ke Malang, dan tentunya mereka nggak bakal sibuk mikirin aku. Lhaaaa ini nih yang bikin pengen cepet pulang. Tapi karena nggak dibolehin sama anak-anak, aku tetep stay di kelas yang udah ngasih aku se-milyar kenangan yang nggak cukup kalo tak kantongi. #Tsaaaah #UdahAgakSeneng #MikirPastiAdaSurprise

Selesai rapat membosankan yang bikin aku nguantuk, tiba-tiba si Embun ngajakin foto-foto bareng sebelum UNAS. Yaaah, anggep aja last moment before the war begin lah.
Keliatan kalo suasana adem ayem dan belum keliatan
kalo aku bakal dikasih surprise :-----(
Awalnya aku penasaran kenapa dua cecunguk di belakang itu nggak ikut foto-foto dan muka nya kayak hewan KBS yang lagi seneng dapet temen baru. Aku baru tau setelah Aten dan Embun nyeritain kalo Garis, Si Kuda Nil Alaska sama Rahu, Si Jerapah Somalia itu lagi bawa tali buat..................... Mmmm..

Sialnya aku nggak tau kalo belakangku ada Rahu, Si Jerapah Somalia
udah siap tali buat ngiket aku yang posenya mangap-mangap kayak Kecoa Madagaskar

Beberapa pose kemudian, muncullah makhluk makhluk asing yang tiba-tiba menjerat hatiku #eh badanku. *kelepasan*


Daaaaaaan, aku dikasih sureprise. Asiiiikk...
Pas itu aku berusaha melepaskan diri dari tali yang diiketin ke pohon palem setengah kelapa yang tumbuh di depan kelas. Tapi karena kondisi talinya kenceng banget kayak mau mbeleh sapi, mau nggak mau aku pasrah. And then...................

Sumpah ye, berasa di Mekkah. Disiram air zam-zam :')
Berasa di Switzerland. Dijatuhi hujan salju :')

Dan kayaknya ini moment klimaksnya...........

Makasih lho buat surprisenya Aten, Embun, Gita, Romana,
dan gak lupa anak-anak KOPI TABRAK juga. Suwayang kalian :* ({})
Kurang lebih gini ini lah my real face setelah dibabat habis sama segenap keluarga besar kedua (read: KOPI TABRAK). Jelek nggak jelek yang penting cantik............. (?)

Di free puk-puk-in Romana


Yah, begitulah nasib seorang Kecoak Madagaskar yang nostabene anak paling culun di kelas XII IPA 3 SMA Negeri 16 Surabaya. From the text above, I could conclude that I was getting some happiness enough from them. Bukan apa-apa, tapi aku seneng karena perhatian mereka yang tulus buat aku. Karena sayangnya mereka yang nggak minta imbalan apa-apa dari aku. Karena kebahagiaan mereka yang nggak bisa dibeli dengan ngeliat aku tersiksa dibawah pohon palem setengah kelapa. Itu yang buat aku pasrah diapa-apain sama mereka <3
Anyway, makasih banget buat semua surprise yang kalian kasih buat aku ya anak-anak KOPI TABRAK! Nggak cuman kejutan pas aku ulang taun aja, tapi kejutan-kejutan yang lovable, meaningful, unforgettable, irreplaceable, dan lain lain yang nggak bisa diungkapin dengan kata-kata. Pokoknya semua yang kalian kasih bakal jadi cerita yang menarik buat anak-anak ku kelak. Love you you all yesterday, today, tomorrow, and forever...........

Salam,
Kecoak Madagaskar.